Apa Itu Running?
Running atau lari adalah olahraga paling sederhana dan populer di dunia. Aktivitas ini dilakukan di permukaan yang rata seperti aspal, trotoar, atau lintasan stadion.
- Running biasanya identik dengan:
- Medan: Jalan raya, trek atletik, treadmill.
- Tujuan: Kebugaran, lomba maraton, lari santai.
- Aksesibilitas: Bisa dilakukan di mana saja, bahkan di sekitar rumah.
Banyak orang memilih running karena minim perlengkapan dan bisa dilakukan kapan saja.
Apa Itu Trail Running?
- Medan: Tidak datar, dipenuhi dengan tanjakan, turunan, dan rintangan alam.
- Misi: Menjelajah, berpetualang di alam, dan berolahraga.
- Pengalaman: Lebih menuntut secara fisik dan mental.
Perbedaan Trail Running dan Running dari Berbagai Aspek
1. Medan Lari

Sumber foto superlive.id
- Running: Aspal, beton, trek stadion, treadmill.
- Trail Running: Tanah, batu, rumput, jalur hutan, jalur gunung.
Trail running menuntut adaptasi lebih karena kondisi jalur bisa berubah drastis, dari licin setelah hujan hingga berbatu tajam.
2. Tingkat Kesulitan
- Running: Lebih stabil, minim rintangan, cocok untuk pemula.
- Trail Running: Variasi elevasi, rintangan alami, memerlukan fokus ekstra.
Di trail running, kamu tidak hanya mengandalkan kaki, tapi juga mata dan pikiran untuk menghindari akar pohon, batu, atau lubang di jalur.
3. Kecepatan dan Ritme
- Running: Ritme cenderung stabil.
- Trail Running: Ritme berubah-ubah tergantung medan.
Saat menanjak di trail, kamu mungkin harus jalan cepat, lalu melaju lagi di turunan.
4. Perlengkapan

Sumber foto www.switchbacktravel.com
- Running: Sepatu lari jalan raya, pakaian olahraga ringan, jam lari opsional.
- Trail Running: Sepatu khusus trail (grip kuat), hydration pack, pakaian quick-dry, trekking poles (opsional).
Perbedaan sepatu sangat penting—sepatu running biasa cenderung licin di jalur tanah atau batu basah.
5. Risiko Cedera
- Running: Risiko cedera biasanya dari overuse seperti shin splints atau nyeri lutut.
- Trail Running: Risiko tambahan seperti terkilir, jatuh, atau tergelincir.
Trail running lebih rawan cedera karena permukaan yang tidak rata, tapi risiko ini bisa diminimalkan dengan teknik yang benar.
6. Manfaat untuk Tubuh
- Running: Meningkatkan kapasitas kardio, membakar kalori, memperkuat otot kaki.
- Trail Running: Semua manfaat running plus kekuatan otot inti, keseimbangan, dan stabilitas sendi.
Medan trail memaksa tubuh untuk bekerja lebih bervariasi sehingga melatih otot yang jarang digunakan di lari jalan raya.
Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?
Kalau kamu benar-benar baru mulai olahraga lari, running di jalan raya mungkin lebih aman dan mudah untuk membentuk kebiasaan.
Tapi kalau kamu suka alam, tidak masalah berlari lebih lambat, dan ingin tantangan, trail running bisa jadi pilihan.
Tips Memulai Running
- Mulai dari jarak pendek 2–3 km.
- Gunakan sepatu yang nyaman dan sesuai ukuran.
- Lari 2–3 kali seminggu.
- Jangan lupa pemanasan dan pendinginan.
Tips Memulai Trail Running
- Pilih jalur dengan medan ringan terlebih dahulu.
- Gunakan sepatu trail dengan grip yang baik.
- Bawa air minum atau hydration pack.
- Perhatikan cuaca dan jam berlari.
- Berlari bersama teman untuk keamanan.
Kesimpulan
Perbedaan trail running dan running bukan cuma soal lokasi lari. Running cenderung fokus pada kecepatan dan jarak di medan yang rata, sedangkan trail running menggabungkan olahraga, petualangan, dan eksplorasi alam di medan yang menantang.
Kalau kamu suka tantangan dan pemandangan alam, trail running adalah pilihan yang tepat. Tapi kalau kamu ingin olahraga yang lebih sederhana, running bisa jadi jalan awal untuk membangun stamina dan kebugaran.
Baca juga: Etika Mendaki Gunung