Siapa bilang hipotermia hanya terjadi di gunung salju? Di Indonesia, suhu di gunung seperti Semeru, Rinjani, atau Kerinci bisa turun sangat drastis, bahkan di bawah 5 derajat Celsius, terutama malam hari atau saat musim hujan.

Hipotermia adalah kondisi berbahaya di mana tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada bisa menghasilkan panas. Jika kamu tidak tahu cara mencegah dan mengatasi hipotermia, akibatnya bisa sangat berbahaya.

Di artikel ini, kamu akan menemukan berbagai tips untuk mencegah dan mengatasi hipotermia saat mendaki—semuanya praktis, mudah dipahami, dan cocok untuk semua level pendaki.

Apa Itu Hipotermia dan Mengapa Harus Waspada?

Hipotermia terjadi bila suhu tubuh turun lebih rendah dari 35 derajat Celsius. Tubuh tidak mampu lagi menjaga suhu tubuh inti, sehingga organorgan penting bisa mengalami gangguan.

Tanda-Tanda Awal Hipotermia:

  • Menggigil tak berhenti
  • Badan terasa lemas dan malas bergerak
  • Sulit berbicara dengan jelas
  • Kebingungan dan kehilangan orientasi
  • Kulit pucat dan dingin

Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa menyebabkan kehilangan kesadaran dan bahkan bisa berujung pada kematian.

Kenapa Pendaki Sering Terkena Hipotermia?

Beberapa penyebab umum hipotermia saat mendaki:

  • Tidak mengenakan pakaian hangat dan tahan angin
  • Baju basah karena hujan atau keringat
  • Tidak makan cukup selama perjalanan
  • Tidur tanpa perlindungan di suhu rendah
  • Terlalu lama berhenti di tempat terbuka

Solusinya? Ikuti tips-tips berikut ini!

1. Pakai Pakaian Berlapis: Jangan Salah Pilih Bahan!

jaket gunung untuk menghangatkan badan

Salah satu cara agar tidak kedinginan adalah dengan memakai baju berlapis. Teknik ini membantu mengatur suhu tubuh dengan baik.

Tiga Lapisan Utama:

  • Lapisan pertama (base layer): Menyerap keringat – gunakan bahan polyester atau wool, hindari katun!
  • Lapisan tengah (mid layer): Menyimpan panas – bisa pakai fleece atau jaket bulu angsa (down jacket).
  • Lapisan luar (outer layer): Melindungi dari angin & air – pakai jaket tahan air seperti Gore-Tex.

Tips: Pastikan semua lapisan bisa dilepas-pasang sesuai perubahan suhu dan aktivitas.

2. Jangan Biarkan Tubuh Basah!

Keringat dan hujan bisa membuat tubuhmu kehilangan panas lebih cepat. Bahkan, baju yang sedikit basah saja bisa menyebabkan hipotermia.

Tips Anti Basah:

  • Selalu bawa raincoat atau ponco yang berkualitas
  • Gunakan dry bag untuk menyimpan baju ganti dan sleeping bag
  • Ganti kaos dan kaus kaki basah segera setelah hujan

Fakta: Baju katun yang basah akan menghilangkan panas tubuh 25 kali lebih cepat daripada yang kering!

3. Pilih Sleeping Bag Sesuai Suhu Gunung

Menggunakan Sleeping Bag yang sesuai standard juga dapat mencegah terkena hipotermia

Tidur di gunung tanpa perlindungan suhu yang tepat adalah penyebab utama hipotermia di malam hari.

Apa yang Harus Dibawa?

  • Sleeping bag dengan temperature rating minimal 5°C atau lebih rendah
  • Matras tebal untuk mencegah kontak langsung dengan tanah
  • Gunakan liner untuk menambah kehangatan

Tips Tambahan: Pakai jaket dan kaus kaki saat tidur jika suhu sangat rendah.

4. Isi Energi Secara Berkala

Kalori = Panas tubuh. Pendaki yang lapar dan lelah akan lebih mudah terkena hipotermia.

Makanan yang Direkomendasikan:

  • Cokelat hitam, granola bar, kacang-kacangan
  • Makanan instan tinggi kalori (mie, nasi instan, sarden)
  • Minuman hangat seperti teh jahe atau susu cokelat

Jangan minum alkohol! Alkohol membuat tubuh terasa hangat, padahal justru mempercepat kehilangan panas.

5. Pantau Cuaca Sebelum Naik

Jangan hanya lihat “cuaca cerah” di aplikasi. Perhatikan:

  • Suhu malam hari
  • Kecepatan angin
  • Potensi hujan
  • Indikasi badai atau kabut

Aplikasi yang direkomendasikan: BMKG, Windy, AccuWeather.

6. Buat Shelter yang Hangat dan Aman

membuat api unggun didepan tenda adalah salah satu cara epektif mengindari hipotermia, jika dibutuhkan

Kalau harus camping, pastikan:

  • Pasang tenda di tempat terlindung dari angin
  • Jangan tidur di lembah atau dataran terbuka
  • Tambahkan groundsheet & flysheet untuk perlindungan ekstra

Jika memungkinkan, buat unggun kecil (sesuai regulasi) sebagai sumber panas tambahan.

7. Aktif Bergerak tapi Jangan Berlebihan

Berhenti terlalu lama bisa bikin tubuh mendingin. Tapi gerak berlebihan juga bikin kamu berkeringat.

Tips:

  • Lakukan gerakan ringan setiap 30 menit saat istirahat
  • Hindari istirahat terlalu lama di tempat terbuka
  • Saat kedinginan, lakukan squats ringan untuk memicu panas

8. Gunakan Aksesoris Pelindung Dingin

Jangan remehkan aksesoris kecil!

  • Kupluk/topi bisa mengurangi kehilangan panas hingga 20%
  • Sarung tangan menjaga jari tetap hangat
  • Kaos kaki wool jauh lebih baik dari katun
  • Leher bisa dilindungi dengan buff atau neck gaiter

9. Kenali Gejala Hipotermia pada Temanmu

Pendaki yang terkena hipotermia sering tidak sadar dengan kondisinya.

Lakukan hal ini:

  • Lihat apakah dia menggigil berlebihan atau tiba-tiba tidak menggigil
  • Ucapannya lambat atau tidak nyambung
  • Sering duduk diam atau tertidur di tempat terbuka

Jika kamu mendeteksi tanda-tanda ini, segera beri tindakan.

10. Pertolongan Pertama Jika Hipotermia Terjadi

Apa yang harus dilakukan?

  • Pindahkan ke tempat kering dan terlindung
  • Lepaskan baju basah dan ganti dengan yang kering
  • Bungkus dengan sleeping bag atau selimut darurat
  • Beri minuman hangat, bukan alkohol atau kopi
  • Gunakan body heat bila diperlukan (peluk langsung)

Jika korban tidak sadar atau memburuk, segera cari bantuan medis!

Cerita Nyata: Selamat dari Dingin Ekstrem

Seorang pendaki dari Yogyakarta pernah mengalami hipotermia di Gunung Sindoro. Ia tidur menggunakan sleeping bag yang tipis dan hanya memakai jaket biasa. Malam hari, suhu udara turun sangat drastis. Beruntung, tim pendaki yang ikut bersamanya sigap mengambil tindakan. Mereka membalutnya dengan beberapa sleeping bag dan memberinya air hangat, akhirnya ia berhasil selamat.

Cerita ini membuktikan: kesiapan adalah penyelamat utama di gunung.

Rekomendasi Produk Anti-Hipotermia

Untuk yang serius ingin aman saat mendaki, berikut rekomendasi peralatan:

  • Down Jacket Naturehike 90% Goose Feather
  • Raincoat Waterproof Tahan Angin Decathlon
  • Sleeping Bag Comfort Temp -5°C dari Eiger
  • Thermal Base Layer Uniqlo HeatTech
  • Selimut Darurat Lifesystem Survival Blanket

Penutup: Pendakian Aman Dimulai dari Pengetahuan

Hipotermia memang bisa membahayakan, tapi bisa dihindari selama kamu mengerti apa penyebabnya, tanda-tandanya, dan langkah yang harus dilakukan. Dengan cara itu, kamu bisa menjelajah alam dengan lebih rileks dan nyaman.

Ingat! Gunung bukan tempat uji nyali, tapi uji kesiapan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Hipotermia Saat Mendaki

Apakah hipotermia hanya bisa terjadi di gunung bersalju?

Tidak! Bahkan di gunung tropis seperti di Indonesia, suhu malam bisa cukup dingin untuk menyebabkan hipotermia.

Apakah semua pendaki berisiko?

Ya, semua usia dan tingkat pemandu jalannya bisa terkena. Para pemula sering kali tidak menyadari bahaya karena cuaca terlihataman“.

Apakah bisa mencegah hipotermia sepenuhnya?

Ya, semua usia dan tingkat pendaki bisa terkena. Pemula biasanya tidak menyadari bahaya karena cuaca terlihataman“.